Hanzel
Ada
satu temenku yang beda sekali dengan teman-temanku. Namanya Fino, ayah dia
adalah seorang distributor Nabati™. Suatu hari, dia nunjukin jajan nabati yang
dia punya, aku lihat kok berbeda dengan yang aku sering makan. Tulisanya
“nabati HANZEL™” . Aku lihat tulisanya tidak ada richesse™ atau richoco™ semacamya.
“wafer
krim salut kacang hazel, berat bersih 28 g”. Saat pulang, aku makan Hanzel™
dengan adiku. Saat kubuka aku mengatakan “ternyata kayak wafer 3 in 1 nya
produk apa yah? Entah namanya” kataku. Sekitar 3 minggu kemudian, ayahku pulang.
1 minggu setelah ayahku pulang, ibuku rapat kerja. Aku, ayahku, adiku ikut ke
sana, lokasinya di restoran “red chili”. Disana, adiku kan minta sama ibuku,
aku sama ayahku makan hanzel. Sampai itu menjadi tradisi kalau aku ketemu
ayahku. Tapi itu “limited edition” jadi aku susah membawanya sama membelinya. Tapi
aku udah beli 4-1 hanzel di Fino (dikurangin satu soalnya adiku minta tadi).
Jadi menurutku jajanan paling enak itu Hanzel.
Label: and the story goes, blog, Hanzel, Nabati


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda