Pindahan (part 13) MOHON MAAF ADA TECHNICAL PROBLEM DIBAGIAN PENATAANYA
Tadi pagi, ustadzah Ririn menyuruhku
membuka buku siswa kelas empat, tema sembilan, halaman lima puluh tujuh.
“Ustadzah, aku membuka halaman delapan puluh dua. Kulihat, pertanyaanya sama
persis, ustadzah” Pintaku kepada ustadzah Ririn. Ustadzah Ririn pun membolehkan
perbuatanku ini. Lagipula, perbedaanya
hanya nomor halaman dan tabel halaman delapan duluh dua lebih besar
daripada tabel halaman lima puluh tujuh. Aku membaca bahwa aku harus mewawancarai
sepuluh anak (kedepanya akan ditulis Narasumber). Aku memilih Hilmi, Iksan,
Fino, Rasya, Panji, Fandi, Sabrina, Alisya, Ezy, dan Echa. Jawaban dari sepuluh
Narasumber ini berbeda. Yaitu rusak (bisa dibayangkan, tapi penulisanya tidak
tepat. Narasumber yang menjawab adalah Hilmi dan Rasya), kotor (Jawaban ini
cukup populer. Narasumber yang menjawab adalah Iksan, Ezy, dan Echa), banjir
(Fino dan Sabrina), layu (untuk tumbuhan mungkin bisa benar. Narasumber yang
menjawab adalah Panji), Kacau (bisa dibayangkan, tapi penulisanya tidak tepat.
Narasumber yang menjawab adalah Ezy), kehabisan oksigen (Tidak bisa
dibayangkan, sebaiknya menggunakan kata “oksigen tercemar”. Narasumber yang
menjawab adalah Alisya).
MOHON MAAF ADA TECHNICAL PROBLEM DIBAGIAN PENATAANYA
Label: and the story goes, blog, Brunei Darussalam, pindahan


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda