Pindahan (part 14)
Alhamdulillah,
tinggal satu hari lagi sebelum pre-semi finale. Dua hari lagi sebelum semi
finale. Akan tetapi, besok adalah eskur terakhir. Sekarang, Ibuku sedang
mengisi daya ponselku. Kulihat, perkiraan daya ponselku adalah tujuh puluh dua persen.
Tiba-tiba, adzan magrib telah berkumandang. Aku tidak ke masjid, karena Aku
sedang sakit. Akupun bergegas wudhu, dan kemudian sholat.
Setelah
sholat Ibuku ke klinik praktek “omnia” dan Akupun mengecek kembali daya
ponselku. Saat aku lihat, perkiraan daya
ponselku sudah sembilan puluh dua persen. That’s impossible in five minutes.
Catu dayaku bisa seperti itu karena, catu daya punyaku ini bukan sembarang catu
daya yang diberikan gratis dari pabrik. Catu dayaku ini. terbuat dari emas!
Kemudian, kecepatan pengisian catu dayaku ini sangatlah tinggi. Entah berapa
KiloWat per Hour (KWH) yang bisa di isinya. Ponselku adalah samsung galaxy mega,
ponselku ini sudah langka. Saat Aku melihat daya ponselku lagi, Aku mendapati
ponselku sudah sembilan puluh delapan persen. Sepuluh menit bisa untuk mengisi
daya ponsel? Benar benar aneh bin datang ajaib. Adzan isya pun berkumandang,
Akupun mengecek daya ponselku. Sudah sembilan puluh sembilan persen ternyata.
Tiba-tiba, hujan pun turun. Jadi kondisi fisik dan kesehatanku tidak bisa
memungkinkan Aku sholat di masjid. Akupun mengecek daya ponselku, kali ini
tidak menambah daya dan mengurangi daya. Apakah untuk mengisi daya terakhir
sangat lama? Akupun tidak tahu. Sekitar 30 kemudian, Aku muntah di wastafel.
Kemudian Aku menggerakan lidahku. Rasanya sakit sekali sampai Ibuku pulang dari
klinik. Dan disaat itu juga, ponselku sudah penuh dayanya.
Label: and the story goes, blog, Brunei Darussalam, pindahan

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda