Pindahan (part 4)
Aku nanti disitu tinggalnya kalau pindahan. Dirumah yang berdindingkan kayu. Tapi bukan kayu biasa, kayu canadian. Kata ayahku, kayu nya dibawa Shellâ„¢ jauh-jauh dari Kanada. Berarti dibutuhkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk membawa kayu itu ke sini. Kalau rumahku selalu aman selalu, karena rumahku yang ada di brunei itu disampingnya ada rumahnya saptamnya (terlihat dipeta yang alami, rumah itu sedang banyak mobil parkir didepanya. Kadang-kadang, ada truk sampah lewat depan rumahku. Truk itu beneran truk sampah, daripada yang ada di indonesia.
Bahkan, truk ini lebih bersih dari truk sampah yang ada di indonesia. Gimana aku tahu kalau aku belum pernah kenana, sebenernya aku sudah pernah ke sana walaupun cuma 3 hari. Disana, wifi lebih kenceng dari pada di indonesia, wifinya fiber optic lagi. Aku malu, Indonesia ini negara islam terbesar akan tetapi indonesia ini tidak bersih jalananya. Ada sampah digot, pada merokok, membuang sampah sembarangan . Padahal, islam tidak mengajarkan seperti itu. Malah, islam mengajarkan kebersihan sebagian dari imam. di brunei mungkin kalah penerbanganya, tapi siapa sangka, garuda indonesia pun yang terkenal akan business class nya pun tak sanggup penerbangan 2 jam dari jakarta ke brunei. Jadi royal brunei adalah satu-satunya penerbangan terbaik penerbangan dari indonesia ke brunei.
Label: and the story goes, blog, Brunei Darussalam


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda