Selasa, 11 Juli 2017

Pindahan S1, S2, S3 Last Episode | Pindahan Besar-Besaran! (Part 1)

 Maaf bagi semua  yang merasa kecewa, karena aku mulai jarang menulis blog. Mohon maaf juga atas dihapusnya entri "Pindahan S3 episode 5 | Syuting RCTI Dan Makan Di Restoran". Semua entri yang seharusnya sudah kalian baca, tidak bisa ditulis karena sudah lupa. Penyebab aku jarang menulis blog ialah karena ujian kemasukan, kebanyakan menghias blog, menonton youtube, dan belajar. Jadi, aku akan langsung menceritakan pendaratanku di Bandara Antarabangsa Brunei Darussalam.
 
 Saat itu kami sedang mempersiapkan diri untuk pendaratan pesawat Royal Brunei Airbus A 320. Kami memiliki bangku kedua ekonomi di kiri. Kami tidak sadar bahwa ada artis dangdut Indonesia yang sedang duduk di kursi Bussines Class terdepan di kanan. Masalah beliau belum terjadi.

 "Tuan-tuan dan puan-puan, kita sudah mendarat di Bandar Udara Antarabangsa Brunei Darussalam. Waktu setempat jam 2.30 waktu Brunei. Harap untuk tidak melepaskan tali keledar sampai pesawat berhenti" kata pramugari. Alhamdulillah, kita sudah pindahan. Sebenarnya, bagasi 100 kilogram milik kita hanya 75 kilogram. Jadi, kita berhasil pindahan!

 Kitapun turun satu persatu. Aku menyelipkan diri agar bisa dibarisan depan untuk mengintip artis dangdut tersebut. Juga, agar lebih duluan turun. Walaupun, artis tersebut duluan turun karena duduk di kursi Bussines Class.

 Kamipun turun dari pesawat tersebut. Aku disuruh ibuku membawa koper ayahku yang berisikan laptop. Kami masuk ke toilet terlebih dahulu karena kita menahan kencing di pesawat.

 Saat kami berjalan menuju imigrasi, kita harus melewati eskalator. "Mah, Pah, kita lewat lift saja" Kataku sambil berjalan ke lift difabel terdekat. Kenapa? Kita membawa koper berisikan laptop. Sedangkan, ibuku menggendong adiku. Jadi, kita harus menaiki lift.

 Kamipun menuju lift dan menaiki lift untuk turun ke imigrasi. Saat kami turun dari lift, kami melihat pintu masuk ke dalam landasan pacu. Kamipun bergerak ke imigrasi yang berada di kiri kami.

 Ayahku dan Kami (Aku, Ibuku, Adiku saja) berpisah di loket karena kita memiliki visa on-arrival yang baru saja dilaksanakan, dan ayahku memiliki visa kerja yang sudah lama dilaksanakan.

 Kita lama sekali menunggu padahal, kita paling depan. Petugas imigrasi yang seharusnya melayani ternyata sedang berfoto bersama artis tersebut! Musibah pun melanda artis tersebut. "Sekarang, dimana paspor awda?" Kata petugas imigrasi tersebut. Kata ibuku, dia tidak tahu siapa yang memegang paspornya.

 Akhirnya, orang yang membawa paspornya datang. Ia memberikan paspornya kepada petugas agar berita ini tidak menjadi viral, masuk ke acara Silet di RCTI seperti kami.  Kamipun segera dilayani, kami ternyata lama di loket karena semua  riwayat visa kami dibaca.

  Saat kami keluar dari loket. Ayahku sudah mendapatkan koper 75 kilogram tersebut. Kamipun langsung menuju ke Kedatangan Bandar Udara Antarabangsa Brunei Darussalam. Kami dijemput oleh dua sopir BSP (Brunei Shell Petrollium Sendirian Berhad). Kami dijemput dengan mobil Mitsubishi 4x4 4 Will Drive  yang memiliki monitor kecepatan yang akan menyalakan suara saat mobil melaju melewati batas kecepatan. Kami juga dijemput dengan mobil Volvo yang juga memiliki monitor kecepatan yang sama.

Bersambung

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda